Antara dalilnya ialah riwayat Ali bin Abu Talib r.a. berkata, Abu Bakar r.a. mendengar Rasulullah s.a.w.bersabda:
Maksudnya: “Tiada seorang hamba yang berdosa dengan suatu dosa, kemudian ia berwudukdengan sebaik-baik wuduk. Lalu ia sembahyang sunat dua rakaat dan setelah itu ia beristighfar memohon keampunan Allah, melainkan diampunkan Allah baginya”.
Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An Nisaa'(4):69)
Apabila seorang penambang mencari emas, dia harus mengayak tanah untuk menyaring logam yang berharga itu. Dia memungutyang berharga dan membuang sisanya. Demikian pula, di mana pun Anda mencari, apakah itu di timur, barat, utara, atau selatan,apakah itu umat Hindu, Zoroaster, Kristen, Yahudi, atau Islam, Anda harus mencari dan memungut hanya suatu yang bernilai,yaitu emas, khazanah Tuhan, yaitu kebenaran. Selama Anda mencari melalui semua kitab suci, Anda harus menyisihkan apapun yang lainnya, seperti penambang emas membuang kotoran dan batu-batu. Hanya kekayaan Tuhan yang Anda butuhkan untuk kehidupan Anda dan untuk kecerahan jiwa Anda.
Sekali waktu Anda pernah mengira bahwa segala yang Anda pelajari dan cermati adalah kebenaran. Tetapi kemudian Andamaju ke langkah berikutnya, dan menemukan bahwa semua yang telah Anda pelajari bukanlah kebenaran. Dan pada masa yangakan datang ketika Anda masih melangkah lebih berikutnya dan memandang kembali semua yang sekarang Anda anggap benar,ternyata Anda juga akan melihatnya sebagai kepalsuan.